Monolog bukan Menohok

Sudah lama tidak ‘bertamu’ di blog ini. Timbul rasa malu (pada diri sendiri) bercampur cuek (karena akun milik sendiri). Sudahlah tidak usah cari alasan. Bukan karena alasan susah dicari. Namun terkadang alam semesta ataupun teman sekitar, tidak butuh alasan yang dicari-cari, tapi lebih pada sapa yang apa adanya. Aaah sudah mulai seperti alasan!

Idul Fitri tahun ini baru saja usai. Ramadan berlalu sekejap. Hajatan pesta demokrasi di negeri 1001 macam ini juga sudah bubar meski satu sudut tidak terpuaskan dan membawanya ke Mahkamah Konstitusi. Entahlah, yang akan pasti, selambatnya sehari sebelum Tujuhbelasan nanti, kita akan mengetahui apakah Pemilu 2014 perlu diulang seluruhnya, sebagian, secukupnya atau memang tidak sampai segitunya bahkan memang tidak perlu sama-sekali dipermasalahkan.

Kata sahabat saya, yang sudah-sudahlah. Besok-besok hal yang sama kita buat lagi. Filosofinya sejarah itu berulang ibarat cetakan, baik buruk, akan terjadi saling menggumuli, dengan pemeran yang sama ataupun berganti. Rasanya akan dibedakan dan berasa apakah itu lebih baik, sama saja atawa lebih buruk.

Akan menarik untuk mencermati dan mengawal bagaimana pemerintahan kedepan menjalankan janji-janjinya. Masyarakat yang sakit akan melahirkan kepemimpinan yang sakit. Masyarakat yang sehat akan menghasilkan kepemimpinan yang sehat pula. Sakit dalam hal ini dikontekskan pada korup dan khianat dalam makna seluasnya-luasnya. Sehat dikontenskan pada amanah dan taat yang sedalam-dalamnya.

Kepemimpinan (yang sehat) tidak hanya dilahirkan tapi harus diuji dan teruji. Pemerintahan yang punya hati dan nurani sehingga berani untuk memperjuangkan hakiki. Ingat ini sebuah monolog bukan monohok. Jadi tidak perlulah mencari alasan jika para penguasa dan para pemodal merasa tidak nyaman apalagi merasa tidak aman. Ini hanya sebuah pembelajaran makna untuk diri sendiri yang barangkali berguna untuk pribadi-pribadi lain yang memahami dan selalu siap mengkritisi dan dikritisi.

Ingat ingat. (Masyarakat) Indonesia semakin (menolak) lupa!

Iklan

Penulis: Arifsyah M. Nasution

Objective & Progressive !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s