Migran

Seperti halnya saya, Anda kini tentu semakin akrab dengan kata ‘migran’ dan saya yakin itu. Tapi mengapa menjadi penting untuk didiskusikan?

124714_214928

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan migran sebagai orang (hewan) yang melakukan migrasi. Arti migrasi sendiri salah satunya berdasarkan KBBI adalah perpindahan penduduk dari satu tempat (negara dan sebagainya) ke tempat (negara dan sebagainya) lain untuk menetap.

Dari layar kaca televisi atau gawai, mudah bagi kita mengetahui bahwa manusia atas kemauan sendiri atau pun terpaksa oleh berbagai keadaan, bermigrasi dan menjadi migran.

Gelombang migrasi manusia yang menjadi migran oleh sebab konflik, perang dan bencana alam juga sering disebut sebagai pengungsi.

Pun berdasarkan ragam sebab, aspek legal dan konsekuensinya, definisi migran (migrant) dan pengungsi (refugee) dapat dibedakan, meski tidak jarang menimbulkan dilema hukum dan perdebatan publik.

Dinamika sosial, ekonomi dan konflik atas alasan apa pun telah menimbulkan gelombang migrasi manusia yang mengharukan. Persoalan tersebut nyaris menjadi gambaran sempurna dari wujud pertarungan kepentingan yang rumit dan mendunia.

Departemen Urusan Sosial dan Ekonomi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), awal 2016 lalu melansir data bahwa per tahun 2015 ada sekitar 244 juta orang penduduk dunia berstatus sebagai migran internasional, individu yang tinggal di luar dan menetap tidak di wilayah negara kelahirannya. Hampir 20 juta diantaranya adalah pengungsi internasional (PBB, 2016, 1).

figuresataglance-2nov2016

Pada medio 2016, salah satu lembaga di bawah PBB yang membidangi langsung urusan pengungsi, UNHCR, dalam sebuah laporan berjudul Global Trends Forced Displacement 2015, menyebutkan per tahun 2015 ada sekitar 65,3 juta orang di seluruh dunia yang terpaksa meninggalkan rumahnya, menjadi pengungsi.

Tren migrasi termasuk gelombang pengungsi diperkirakan terus meningkat dalam tahun-tahun mendatang. Bukan hanya karena perang dan konflik bersenjata, tetapi juga tidak dapat dipungkiri oleh mobilitas penduduk dan corak hubungan antarnegara yang makin tidak berjarak sebagai bentuk konsekuensi dari perkembangan teknologi di segala lini. Ada kegelisahan identitas di sana dan di mana-mana.

Saya fikir faktor-faktor tersebut lah yang membuat topik terkait tentang ‘migran’ ini ke depan makin penting didiskusikan.

Iklan

Penulis: Arifsyah M. Nasution

Objective & Progressive !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s