Bangunan Bersejarah

bangunan bersejarah

Iklan

whatsapp-image-2017-01-21-at-02-46-18

Bangunan dan gedung masa lampau yang masih berdiri hingga sekarang merupakan saksi ‘bisu’ sejarah. Sayang, pemeliharaannya ala kadar dan bahkan sering diabaikan. Bangunan tua semakin terasing dalam gemerlap pembangunan fisik yang mudah dipandang sebagai tolak ukur kemajuan dari sebuah peradaban.

Berbagai faktor patut dicurigai dan menyebabkan bangunan bersejarah acap luput dari perhatian serius bagi upaya pelesetarian. Apa saja? Saya melihat 2 faktor utama berikut menarik untuk dibahas, yaitu: (1) kesadaran sejarah; dan (2) kapasitas pengelolaan.

Kesadaran sejarah yang utuh dapat dimanisfestasikan oleh adanya koherensi dari setiap individu, kelompok masyarakat dan pengambil kebijakan dalam memandang dan menimbang bahwa keberadaan, pelestarian dan pengelolaan bangunan bersejarah adalah penting, perlu menjadi bagian dari prioritas pembangunan.

Prioritas aksi agar masyarakat mengetahui kesejarahan sebuah bangunan penting, sama pentingnya dengan membangun sarana publik. Artinya membangun dan memelihara pengetahuan terhadap bangunan-bangunan yang bernilai sejarah harusnya tidak dapat diabaikan. Jika masyarakat dan para pemimpin tidak memiliki kepekaan sejarah, maka bangunan-bangunan bersejarah hanya dipandang sebagai bangunan tua yang patut dirobohkan, apalagi saat dianggap ‘mengganggu’ pemandangan dan pembangunan fisik kota.

Pengelolaan bangunan bersejarah juga memerlukan kapasitas. Kapasitas sumber daya manusia yang sadar sejarah, alokasi anggaran dan kecerdasan pola dan struktur ruang agar apa yang tersisa dari masa lalu menemukan ruangnya di masa kini dan yang yang akan datang, begitu seterusnya. Kapasitas di sini juga menuntut sebuah keteguhan pada pilihan pembangunan yang berkelanjutan. Artinya tidak asal membangun fisik, melabrak tata ruang dan akhirnya (yang sering terjadi) pembangunan fisik telah menghancurkan kota-kota, hutan-hutan, pesisir-laut dan (kesadaran sejarah) manusia yang berada di sekitarnya.

Bangunan bersejarah yang dicintai oleh generasi mendatang di masa depan dapat lahir dari pembangunan saat ini yang dijalankan dengan kesungguhan cita, manusiawi, ramah lingkungan dan kecerdasan dalam menata ruang.

Penulis: Arifsyah M. Nasution

Objective & Progressive !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s